Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan

Rafael Benitez Beberkan Penyebab Madrid Keok dari Sevilla


Pelatih Real Madrid, Rafael Benitez, mengungkapkan penyebab timnya kalah 2-3 dari Sevilla dalam laga pekan ke-11 La Liga Spanyol di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Senin (9/11/2015) dini hari WIB. Menurutnya, kehilangan kontrol atas Sevilla membuat Los Blancos harus menelan kekalahan.

Real Madrid sebenarnya mampu unggul lebih dulu saat Sergio Ramos mencetak gol indah lewat tendangan salto pada menit ke-22. Namun keunggulan itu tidak bertahan lama setelah Ciro Immobile, Ever Banega dan Fernando Llorente mencetak gol pada menit ke-36, 61' dan 74'.
Sedangkan pada pengujung laga, Madrid hanya mampu membalas lewat gol James Rodriguez pada tiga menit injury time babak kedua.
"Kami kehilangan kontrol. Kami sempat tampak seperti memiliki kendali namun ternyata tidak. Kesalahan kami membuat Sevilla mampu bangkit. Kami seharusnya bisa mengakhiri pertandingan lebih cepat tapi ternyata tidak bisa," kata Benitez, di Football Espana, usai pertandingan.
"Kami bermain sangat baik di babak pertama saat kami memiliki kontrol dalam segala aspek. Tetapi kemudian kami seperti membiarkan mereka mendaptakan kesempatan dari tendangan bebas. Kami lalu memulai babak kedua dengan baik, namun kami kembali membuat kesalahan. Ini menjadi masalah harga diri," ungkap Benitez.
Kekalahan ini membuat Real Madrid turun ke posisi dua klasemen sementara La Liga dengan koleksi 24 poin, tertinggal tiga poin dari Barcelona yang kini berada di pucuk klasemen. Sementara itu, Sevilla berada di posisi ke-10 dengan koleksi 15 poin.
Sebaliknya, Pelatih Sevilla, Unai Emery memuji semangat anak asuhnya, sehingga tak panik ketika tertinggal lebih dulu. "Mungkin ini menjadi satu di antara penampilan terbaik kami sepanjang musimi 2015-2016. Tim memiliki semangat dan kemampuan, dan itulah yang membuat kami bisa menang," tegas sang entrenador, di Marca.com.

Hasil Lengkap Pertandingan Pekan ke-12 Serie A



Seluruh tim di Serie A telah menjalani laga giornata ke-12 yang berlangsung pada Minggu (8/11/2015) hingga Senin (9/11/2015) dini hari WIB. Sejumlah klub besar, mulai dari Inter Milan, Juventus, AS Roma, dan Fiorentina berhasil meraih kemenangan.
Inter sukses mencuri poin penuh saat melawat ke markas Torino di Stadio Olimpico, Turin. I Nerazzurri meraih kemenangan tipis 1-0 berkat gol tunggal Geoffrey Kondogbia pada menit ke-31.
Sedangkan Juventus mengalahkan Empoli dengan skor 3-1. Juve kebobolan lebih dulu setelah Massimo Maccarone mencetak gol pada menit ke-19. Akan tetapi, I Bianconeri berbalik unggul dan mengunci kemenangan berkat gol Mario Mandzukic (32'), Patrice Evra (38'), serta Paulo Dybala (84').
Sementara itu, Roma mengalahkan Lazio dua gol tanpa balas dalam laga bertajuk Derby della Capitale. Dan Fiorentina, menang 2-0 atas Sampdoria. Sayangnya, AC Milan yang telah meraih tiga kemenangan beruntun di Serie A, harus puas bermain imbang 0-0 kontra Atalanta.
Hasil ini membuat Fiorentina tetap nyaman bercokol di puncak klasemen sementara Serie A dengan nilai 27 hasil dari 12 laga. Mereka unggul selisih gol atas Inter yang menghuni posisi runner-up.
Roma, Napoli, serta Sassuolo berturut-turut menampati peringkat tiga hingga lima. Sedangkan AC Milan dan Juventus berada di posisi enam serta tujuh dengan mengoleksi 20 dan 18 poin.
Berikut ini hasil lengkap pertandingan pekan ke-12 Serie A:
Minggu, 8 November 2015
Hellas Verona 0 - 2 Bologna
Gol: Emanuele Giaccherini 6', Godfred Donsah 14'
AC Milan 0 - 0 Atalanta
Gol:
Torino 0 - 1 Inter Milan
Gol: Geoffrey Kondogbia 31'
Empoli 1 - 3 Juventus
Gol: Massimo Maccarone 19'; Mario Mandzukic 32', Patrice Evra 38', Paulo Dybala 84'
Frosinone 2 - 2 Genoa
Gol: Leonard Blanchard 31', Modibo Diakite 38; Leonardo Pavoletti 6', Serge Gakpe 75'
Palermo 1 - 0 ChievoVerona
Gol: Alberto Gilardino 71'
AS Roma 2 - 0 Lazio
Gol: Edin Dzeko 10', Gervinho 63'
Sassuolo 1 - 0 Carpi
Gol: Nicola Sansone 28'
Senin, 9 November 2015
SSC Napoli 1 - 0 Udinese
Gol: Gonzalo Higuain 53'
Sampdoria 0 - 2 Fiorentina
Gol: Josip Ilicic 10', Nikola Kalinic 58'
Sumber: www.bola.com

Rossi Sudah Tahu Gagal Juara Sebelum Balapan MotoGP Valencia



Pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, mengaku sudah memprediksi bakal kehilangan gelar juara dunia 2015 beberapa hari sebelum balapan MotoGP Valencia, Minggu (8/11/2015).

"Saya pikir kejuaraan ini punya potensi bisa menjadi salah satu yang terbaik karena pertarungan dengan Jorge bisa terjadi pada poin terakhir di balapan pamungkas. Sayangnya, pada tiga balapan terakhir semuanya berubah dan sesuatu yang tak diharapkan orang terjadi," ungkap Rossi seperti dikutip
 Crash.Bahkan, pebalap berusia 36 tahun ini menilai persaingan dengan Jorge Lorenzo sudah terasa aneh sejak balapan di MotoGP Valencia, 18 Oktober 2015. Dia sudah mulai merasa ada sesuatu yang janggal dalam persaingannya dengan X-Fuera.
Sesuatu tersebut, lanjut The Doctor, adalah keputusan pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, untuk melindungi Lorenzo. Tak hanya di Phillip Island, pebalap Spanyol itu juga menjadi bodyguard Lorenzo pada balapan MotoGP Malaysia dan Valencia.
"Jadi masalah sudah dimulai sejak Phillip Island dan terus memburuk. Kemudian kami tiba di Malaysia di mana sayangnya kami bersenggolan dan Marquez terjatuh," ujar Rossi.
Juara dunia 9 kali ini kemudian mempelajari pada Kamis (6/11/2015) terkait peluangnya untuk juara. Saat itu, dia sudah berpikir tak akan menjadi juara dunia.
"Saya tahu saya sudah kehilangan gelar juara dunia karena saya yakin Marquez ingin mengakiri pekerjaannya dan mencoba melindungi Lorenzo juga di balapan terakhir. Saya mengatakan itu Kamis lalu dan itu terjadi seperti apa yang saya kira," tutur Rossi.

Sumber : Bola.com

Berita MotoGP Valencia 2015: Marquez Baru Sadar Kalau Rossi Lagi Berburu Gelar Juara


Pembalap andalan Repsol Honda, Marc Marquez, mengaku sudah sadar kalau Valentino Rossi sedang berburu gelar juara dunia di musim ini. Marquez seperti kita ketahui terlibat insiden serundulan yang sangat memilukan dengan Rossi di GP Sepang, Malaysia.
“Pada akhirnya aku menyadari kalau Valentino sedang berjuang merebut gelar juara. Aku setuju dengan pendapatnya, yang mana dia harus bertarung melawan Jorge di atas lintasan”, ucap MM dilansir dari laman Motorsport.
Realitanya pasti berat banget buat kang Rossi untuk tanding ulang lawan Jorge Lorenzo di balapan hari Minggu ini. Start dari grid belakang, joki Yamaha itu paling tidak harus bisa mengovertake sekitar 20 pembalap. Baru kemudian dia bisa ketemu JL di tengah perlumbaan.
Namun, sama seperti Rossi dan Lorenzo, pembalap Honda ini juga dilarang keras oleh Carmelo Ezpeleta (CEO Dorna) untuk banyak ngoceh soal insiden Sepang yang lalu. Tak mengherankan, mengingat tiket GP Valencia sudah ludes terjual dan dipastikan lomba nanti seru, bakal diwarnai yel yel dari seluruh fans MotoGP di sirkuit Ricardo Tormo.
“Tentu saja perasaanku tetap sama tapi aku tak akan mengatakannya lagi karena seperti yang dibilang Jorge dan Valentino: Carmelo Ezpeleta (CEO Dorna) dan FIM meminta kami untuk hanya bicara soal Valencia. Seperti yang Honda lakukan dengan data telemetrinya, mereka akan membeberkannya setelah balapan nanti”, sambung Marc, dilansir dari Crash.
Marquez bilang tak akan mengubah mentalitasnya dalam balapan, dia mengaku siap duel dengan Rossi, Lorenzo dan Pedrosa. “Mentalku untuk balapan tetap sama, tidak berubah. Jika aku perlu bertarung melawan rekan setimku, maka aku akan melawannya. Jika aku perlu duel dengan Jorge, maka aku akan melawan Jorge dan jika aku harus bertarung dengan Valentino, aku akan melawannya”, tutup pemuda Spanyol itu.
Sumber : http://www.mesinbalap.com

Hasil MotoGP Valencia 2015 : Lorenzo Perkasa Di Kandang, Juarai MotoGP 2015

Update hasil MotoGP Valencia 2015 tadi malam, Jorge Lorenzo akhirnya berhasil memuaskan publik tuan rumah dengan berhasil memenangi GP Valencia sekaligus memastikan diri sebagai juara dunia MotoGP 2015. Sementara Rossi berhasil merangsek ke posisi 4 dari start paling belakang.


Rossi dengan meyakinkan menyalip pembalap satu demi satu hingga akhirnya mampu berada di posisi 4. Namun setelah itu Rossi tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena selisih waktu dengan Pedrosa yang berada di posisi 3 sudah terlalu jauh.
Pedrosa sendiri akhirnya finish di posisi 3, dibelakang Lorenzo dan Marquez. Hasil ini sekaligus mengukuhkan dominasi rider Spanyol di Valencia.
Hasil MotoGP Valencia 2015
1. Jorge Lorenzo ESP Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 45m 59.364s
2. Marc Marquez ESP Repsol Honda Team (RC213V) 45m 59.627s
3. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team (RC213V) 46m 0.018s
4. Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 46m 19.153s
5. Pol Espargaro ESP Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 46m 25.368s
6. Bradley Smith GBR Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 46m 28.199s
7. Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici GP15) 46m 28.250s
8. Aleix Espargaro ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 46m 33.586s
9. Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 46m 35.288s
10. Danilo Petrucci ITA Octo Pramac Racing (Desmosedici GP14.2) 46m 38.943s
Klasemen akhir pembalap MotoGP 2015
1. Jorge Lorenzo SPA Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 330 points
2. Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 325 points (-5)
3. Marc Marquez SPA Repsol Honda Team (RC213V) 242 points (-88)
4. Dani Pedrosa SPA Repsol Honda Team (RC213V) 206 points (-124)
5. Andrea Iannone ITA Ducati Team (Desmosedici GP15) 188 points (-142)
6. Bradley Smith GBR Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 181 points (-149)
7. Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici GP15) 162 points (-168)
8. Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 125 points (-205)
9. Pol Espargaro SPA Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 114 points (-216)
10. Danilo Petrucci ITA Octo Pramac Racing (Desmosedici GP14.2) 113 points (-217)
Sumber : http://www.indoberita.com/

Tren Positif Terhenti , AC Milan Diselamatkan Kiper Berumur 16 Tahun

MILAN - Tren positif AC Milan gagal diteruskan saat skuat asuhan Sinisa Mihajlovic menjamu Atalanta di San Siro pada giornata 12 Liga Italia 2015/2016, Minggu (8/11) dini hari WIB. Rentetan kemenangan tiga beruntun yang sebelumnya sukses dilakukan Milan harus terhenti di kandang sendiri, saat ditahan imbang Atlanta tanpa gol. Tuan rumah wajib berterima kasih kepada kiper 16 tahun, Gianluigi Donnarumma yang tampil gemilang dengan empat penyelamatan.


Mbaye Niang yang dimainkan Giacomo Bonaventura di pos winger kiri membuat daya gedor Milan meningkat. Tekanan demi tekanan dilakukan tuan rumah, namun Milan masih sulit menemukan gol. Atlanta sendiri bukan tanpa perlawanan, status tim tamu tidak membuat mereka gentar. Beruntung buat Milan karena Gianluigi Donnarumma bermain apik lewat beberapa penyelamatannya.

Babak pertama ditutup tanpa gol dengan minim peluang dari kedua tim. Memasuki paruh kedua, Milan tidak juga membaik dalam penyelesaian akhir. Justru tim tamu yang tampil mendominasi setelah jeda turun minum, entah apa yang terjadi pada skuat Milan. Seakan enggan berhenti membuat takjub, Donnarumma kembali mementahkan peluang yang didapatkan Alberto Grassi dari jarak dekat.

Tak ada gol yang terjadi hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan, pertandingan pun berakhir imbang tanpa gol. Hasil ini membawa Milan berada diperingkat 5 klasemen sementara Liga Italia 2015/2016 dengan jumlah 20 poin dari 12 pertandingan sepanjang musim ini.

Susunan pemain kedua tim:

AC Milan: Donnarumma; De Sciglio, Mexes, Romagnoli, Antonelli; Poli, Montolivo, Kucka; Cerci, Bacca, Niang.

Atalanta: Sportiello; Masiello, Stendardo, Paletta, Drame; De Roon, Kurtic, Grassi; Moralez, Pinilla, Gomez.


source: http://soccer.sindonews.com

Hasil Liga Inggris : Leicester Dobrak Tradisi , Chelsea Kembali Kalah

LEICESTER - Leicester City terus memberikan kejutan ketika mendobrak tradisi big four Liga Inggris yang biasanya diisi klub-klub besar seperti Liverpool, Chelsea, Tottenham Hotspur dan Manchester United. Kemenangan 2-1 atas Watford, membawa skuat asuhan Claudio Ranieri kokoh di tiga besar klasemen sementara Liga Inggris 2015/2016 dan menempel ketat dua penguasa klasemen lainnya.


Unggul lebih dulu lewat N’Golo Kante di awal babak kedua, Leicester lantas memperbesar keunggulan saat Jamie Vardy mencetak gol kesembilan di Liga Inggris. Sementara itu Watford sempat memberikan perlawanan, hingga akhirnya menutup laga dengan skor akhir 2-1 dan skuat asuhan Ranieri sukses merangsek ke papan atas, mengoleksi poin sama dengan Manchester City dan Arsenal di puncak klasemen.

Sedangkan Romelu Lukaku mencetak gol ketujuh dalam tujuh penampilan melawan West Ham United, dimana Everton mengepak hasil imbang 1-1 di Upton Park. Manuel Lanzini membawa The Hammers unggul setelah 30 menit, tapi Lukaku menyeimbangkan skor menjelang jeda melalui umpan Gerard Deulofeu.

Hasil negatif kembali ditorehkan Chelsea ketika Jose Mourinho absen karena hukuman FA, setelah sang pelatih mencaci wasit pada laga sebelumnya. Kekalahan atas Stoke menjadi yang ketujuh buat pasukan The Blues untuk membuat John Terry dan kawan-kawan terpuruk di klasemen.

Sebiji gol dari Marko Arnautovic sudah cukup untuk menjadi pembeda dalam pertandingan ini. Dengan demikian, Chelsea terdampar di peringkat ke-16 dengan perolehan 11. Stoke sendiri berkat kemenangan ini, membuat mereka kini mengantungi 16 poin dengan menghuni urutan ke-12.

Hasil lengkap Liga Inggris 2015/2016 Pekan ke 12, 7-8 November 2015:

Bournemouth 0 - 1 Newcastle United

Leicester City 2 - 1 Watford

Manchester United 2 - 0 West Bromwich Albion

Norwich City 1 - 0 Swansea City

Sunderland 0 - 1 Southampton

West Ham United 1 - 1 Everton

Stoke City 1 - 0 Chelsea

source: http://soccer.sindonews.com

Netizen Gerah , Peringkat FIFA Indonesia Paling Rendah Sepanjang Sejarah

JAKARTA - Kisruh sepak bola nasional memaksa Indonesia harus menerima sanksi FIFA yang berupa larangan tampil di level internasional. Akibatnya, peringkat Indonesia terus merosot hingga ke titik terendah sepanjang sejarah.


Saat ini, laman resmi FIFA merilis ranking terbaru dimana Belgia berhasil memuncaki tabel. Namun disaat yang bersamaan Indonesia justru merosot tiga tingkat ke posisi 174.

Angka tersebut merupakan peringkat terendah Indonesia sepanjang sejarah. Sekadar informasi, pada 1998 dan 2001, Indonesia berhasil menyentuh peringkat terbaik yakni posisi ke-87.

Kondisi tersebut tidak lepas dari kisruh sepak bola nasional yang tengah melanda negeri. Kementerian Pemuda dan Olah raga (Kemenpora) pada 18 April 2015 mengeluarkan sanksi administratif berupa surat pembekuan pada Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Efeknya, FIFA menghukum Indonesia lantaran konflik Kemenpora vs PSSI. Indonesia dinilai  melanggar Statuta FIFA yang menyebut bahwa setiap member FIFA harus mandiri, independen, dan menggerakan oraganisasi tanpa campur tangan dari pihak lain termasuk intervensi pemerintah.   Sejak itu, Indonesia diasingkan dari kancah sepak bola dunia.

Jika Indonesia terus absen di kancah internasional, bisa dipastikan peringkat Indonesia di FIFA akan terus melorot. Kondisi ini pun ditanggapi serius oleh netizen alias pengguna media sosial.

@MariaDarmono
Timor Leste 166 Indonesia 174 peringkat FIFA. Padahal dulu peringkat nya diatasTL!

@bola_indonesia
Gimana nih Pak @imam_nahrawi Peringkat Indonesia bulan Desember udah tinggal 1 tingkat doang sama Kamboja... Masih keukeuh matiin Sepak bola Nasional?

@ASayeedaaf
Pulang main futsal kehujanan, kepala gue pusing, mudah²an gak mempengaruhi poin Indonesia di peringkat FIFA. Kopi mana Kopi.

@GRStengah
Posisi peringkat Indonesia di FIFA terburuk sepanjang sejarah yakni 174 dibulan ini. Selamat atas sanksi FIFAnya

‏@chairilans
Apakah Pak Jokowi tdk medapatkan informasi yang benar, jika peringkat FIFA Indonesia turun drastis stelah timnas tdk bisa bermain di ajang resmi? HG

source: http://soccer.sindonews.com

Abaikan Rossi, Publik Spanyol Kompak Dukung Lorenzo Juara

MADRID - Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2015 semakin memanas, terutama di pengujung seri. Meski saat ini pembalap Movistar Yamaha dari Italia, Valentino Rossi masih berada di puncak klasemen pembalap, namun posisinya masih bisa ditelikung oleh rekan setimnya asal Spanyol, Jorge Lorenzo, yang bakal start terdepan pada seri terakhir di Valencia, Minggu (11/8).


Ketika Lorenzo mengawali GP Valencia dari posisi terdepan, Rossi justru harus berjuang dari posisi buncit. Dan hal ini membuat publik Spanyol memiliki keyakinan yang tinggi bahwa Lorenzo akan meraih gelar juara dunia MotoGP untuk kali ketiga (sebelumnya pembalap 28 tahun ini pernah ke luar sebagai juara dunia pada 2010 dan 2012).

"Kami paham Rossi merupakan salah satu legenda MotoGP, tapi kami orang-orang Spanyol sangat yakin pembalap kami Jorge Lorenzo bakal memenangkan balapan terakhir dan ke luar sebagai juara dunia untuk kali ketiga," tutur Sandra Diaz, mahasiswa Magister Hukum di salah satu universitas ternama di Madrid melalui sosial media kepada SINDOnews, Minggu.

"Kami orang-orang Spanyol rata-rata sangat solid dalam memberikan dukungan kepada para pembalap MotoGP asal Spanyol, termasuk juga Jorge Lorenzo. Saya pribadi juga tidak terlalu mempedulikan insiden antara Rossi dan Marc Marquez yang terjadi di Sepang. Saya kira itu kecelakaan biasa yang normal terjadi dalam setiap balapan," Sandra menambahkan.

Sementara itu, salah satu penggemar otomotif asal Jerman Bastian Haft memiliki pandangan yang berbeda. Menurutnya, Valentino Rossi akan tetap menjadi pemenang walaupun memulai balapan dari posisi buncit.

"Saya lebih menjagokan Rossi untuk menjadi pemenang, karena banyak pembalap Spanyol yang licik, mereka terlalu berambisi tetapi mereka melakukannya dengan cara yang berbahaya," ungkapnya.



sumber: sports.sindonews.com

Inilah 7 Fakta Menarik Jelang MotoGP Valencia 2015

VALENCIA - MotoGP musim ini akan memasuki seri terakhir. Bertempat di Sirkuit Ricardo Tormo Valencia, Minggu (8/11/2015) balapan bakal menentukan nasib Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi sebagai calon kuat juara tahun ini.


Sayangnya kedua pembalap itu tidak memiliki sejarah bagus di Valencia. Baik Rossi, Lorenzo ataupun Yamaha selaku produsen motor yang mereka tunggangi punya catatan buruk di lintasan sepanjang 4 km tersebut.

Untuk Rossi, balapan kali ini bakal berjalan lebih sulit dari biasanya. Sebab ia harus memulai perlombaan dari posisi paling belakang. Hal itu wajib diterimanya sebagai hukuman karena dianggap bersalah atas kecelakaan yang menimpa Marc Marquez di Sirkuit Sepang Malaysia, 25 Oktober 2015 lalu.

Selain itu ada tujuh fakta lainnya yang menarik disimak jelang GP Valencia:

1. Sirkuit Ricardo Tormo berasal dari nama pembalap asal Spanyol yang pernah memenangkan balapan kelas 50cc pada 1978 dan 1981. Kariernya berakhir pada 1984 sebab ia mengalami cedera kaki dan ia meninggal dunia pada 1998 karena menderita sakit leukima.

2. Sejauh ini Dani Pedrosa menjadi pembalap tersukses di Valencia. Dia sudah memenangkan enam balapan dan tiga di antaranya terjadi pada kelas MotoGP.

3. Balapan di Valencia lebih sering dimenangkan oleh rider asal Spanyol. Selain Pedrosa, kemenangan juga diraih Marc Marquez, Jorge Lorenzo, Hector Barbera, Maverick Vinales, Nicolás Terol, Julián Simón, Héctor Faubel dan Sete Gibernau.

4. Sejauh ini Honda jadi tim tersukses di MotoGP Valencia dengan mengemas delapan kemenangan. Sementara saingannya yaitu Yamaha, baru memiliki tiga kemenangan.

5. Untuk Ducati, mereka sudah enam tahun tidak menang di Valencia. Terakhir kali Ducati menang terjadi pada 2008 lalu dan saat itu motor mereka dikendarai oleh Casey Stoner.

6. Tahun lalu Marc Marquez mencetak sejarah di Valencia. Mulai balapan dari posisi lima, ia akhirnya berhasil finis di urutan paling depan. Sejauh ini Marquez jadi satu-satunya pembalap yang memenangkan GP Valencia meski memulai balapan di luar pole position.

7. Selain Marquez, rekor baru juga dimiliki Valentino Rossi. Pembalap kebangsaan Italia itu menjadi satu-satunya orang yang selalu tampil di Sirkuit Ricardo Tormo sejak pertama kali dibuka pada 1999 lalu. Dengan tahun ini, Rossi berarti sudah 17 kali balapan di Valencia.

sumber : sports.sindonews.com

Terima Penghargaan , Marquez Samai Rekor Valentino Rossi

VALENCIA - Marc Marquez memenangkan penghargaan untuk tahun ketiga secara berturut-turut dengan membawa pulang mobil mewah dari perusahaan otomotif asal Jerman, BMW M6 Convertible. Penghargaan ini diberikan kepada joki Repsol Honda berkat keberhasilannya mencetak delapan kali pole position di musim ini.


Dalam klasemen BMW M Award, Marquez mengumpulkan 365 poin dan raihan ini yang pernah dicetak pada dua musim sebelumnya. Berkat keberhasilan itu Baby Alien menyamai rekor Valentino Rossi dan Casey Stoner dengan sukses membawa pulang mobil mewah tersebut sebanyak tiga kali secara berturut-turut.

CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta menyerahkan kunci mobil BMW M6 bertenaga 560 dan memiliki kecepatan hingga 250km per jam, secara langsung kepada Marquez. "BMW M Award merupakan bagian penting dari kemitraan panjang dan sukses kami dengan Divisi BMW M. Ini fantastis bahwa Divisi BMW M menghormati eksploitasi pembalap MotoGP selama di sesi kualifikasi seperti cara khusus. BMW M Award adalah peristiwa besar setiap musim MotoGP selama 13 tahun. Dengan BMW M6 Convertible, kami lagi mobil performa tinggi yang menarik untuk menyerahkan ke Marc Márquez. Selamat kepada Marc. Saya yakin dia akan menikmati penghargaan ini," tutur Ezpeleta seperti dikutip dari situs resmi MotoGP, Minggu (8/11/2015).

Presiden BMW M, Frank van Meel menambahkan: "Marc Márquez telah ditulis ulang dalam sejarah dua tahun lalu dengan menjadi rookie pertama yang memenangkan BMW M Award. Sekarang dia adalah pembalap pertama yang memenangkan tiga kali. Selamat kepada dia atas prestasi yang luar biasa ini," sambung Frank van Meel.

Sumber : sports.sindonews.com